Jumat, 04 Mei 2018

Perawatan Mesin Diesel DongFeng




1.         Pengertian Mesin Diesel
            Mesin Diesel merupakan mesin penggerak yang mempunyai prinsip kerja hukum charles yaitu ketika udara di kompresi maka suhunya akan meningkat. ketika udara di sedot ke dalam ruang bakar mesin diesel kemudian di kompresi oleh piston yang merapat sangat dekat dengan rasio kompresi antara 15 ; 1 serta 22 ; 1 sehingga akan menghasilkan suatu tekanan sampai 40 bar ( 4.0 mpa ; 580 psi ).  sedangkan untuk mesin diesel bensin hanya mencapai 8 atau 14 bar ( 0.80 to 1.40 mpa ; 120 to 200 psi ).


Mesin Diesel mempunyai cara kerja sebagai berikut yaitu untuk beberapa saat sebelum piston memasuki proses kompresi maka bahan bakar akan di suntikan ke dalam ruang bakar dalam keadaan tekanan yang sangat tinggi, melalui nozzle dan injector supaya bercampur dengan udara panas yang bertekanan tinggi. fungsi injector itu sendiri yaitu memastikan bahwa bahan bakar akan menjadi butiran-butiran kecil serta halus yang tersebar secara merata. uap dari bahan bakar tersebut akan menyala dari akibat udara yang terkompresi tinggi di dalam ruang bakar
            Mesin Diesel akan mengeluarkan suara Detonasi pada saat uap mencapai suhu nyala yang tinggi sehingga menyebabkan naiknya tekanan di atas piston secara mendadak. untuk penyemprotan bahan bakar mesin diesel ke ruang bakar ini di lakukan saat piston mendekati TMA untuk supaya menghindari Detonasi pada mesin diesel. pada mesin diesel ada istilah sistem injeksi langsung atau ( Dierect injection ) yaitu menyemprotkan bahan bakar ke ruang bakar mesin diesel, sedangkan untuk yang di namakan injeksi tidak langsung pada mesin diesel ( indirect injection ) yaitu penyemprotan bahan bakar  ke dalam ruang khusus yang berhubungan langsung dengan ruang bakar utama dimana piston berada.
            Ledakan yang tertutup di ruang bakar ini menyebabkan gas dalam ruang bakar mengembang dengan cepat dan mendorong piston ke bawah sehingga menghasilkan tenaga linear. Conecting rod ( stang piston ) ini menyalurkan gerakan tersebut ke crang shaft ( kerk ash ) dan oleh crang shaft tenaga liner tadi di ubah menjadi tenaga putar. Ada beberapa kelebihan dan kekurangan mesin diesel dengan mesin berbahan bakar bensin :
1.      Untuk mesin diesel memproduksi karbon dioksidanya lebih sedikit ketimbang mesin berbahan bakar bensin.
2.      Sedangkan untuk rasio kompresi mesin diesel lebih tinggi ketimbang mesin bensin, oleh sebab itu untuk mesin diesel lebih efisien ketimbang mesin bensin.
3.      Mesin Diesel memiliki ukuran yang lebih besar ketimbang mesin berbahan bakar bensin walaupun memiliki posisi tenaga dengan ukuran yang sama, sebab konstruksi yang berat pada mesin diesel di perlukan untuk bertahan dalam pembakaran tekanan tinggi dan juga untuk proses penyalaan yang sempurna.
4.      untuk mesin bensin sistem pembakaranya menggunakan percikan api yang keluar dari ignition coil ke busi, kemudian karburator menyuplai bahan bakar dan udara secara seimbang.
5.      Mesin bensin memiliki getaran yang lebih halus ketimbang mesin diesel
untuk perawatan mesin bensin lebih simpel dan mudah
6.      pada mesin diesel, faktor tenaga mesin atau performanya lebih besar




2.         Pengertian Mesin Dong Feng S1115T/T
Mesin Dong Feng S1115T/T Merupakan salah satu jenis mesin diesel yang digunakan pada berbagai macam keperluan seperti sebagai penggerak pompa irigasi, generator, kompresor dan lain - lain.

Gambar Mesin DongFeng S1115T/T

3.         Spesifikasi Mesin Dong Feng
           
Tabel Spesifikasi Mesin Dong Feng
Model
S1115T/T
Tipe
4 Langkah, Colling water
Starting System
Engkol
Dimensi
858 x 450 x 700 mm
Weight
173 kg
Silinder
1
Sistem Pembakaran
Direct Injection
Max. Torque
26 HP / 2200 Rpm
Compression Ratio
17 : 1
Arah Putaran
Berlawanan Arah Jarum jam dilihat dari sisi Fly Wheel


4.         Perawatan Mesin Dong Feng
            Agar mesin Dong Feng S115T/T selalu dalam kondisi baik saat beroperasi maka perlu dilakukan perawatan untuk mencegah terjadinya kerusakan atau Breakdown. Perawatan mesin Dong Feng dilakukan secara berkala sesuai dengan jam kerja dari mesin tersebut seperti membersihkan saringan udara, mengganti saringan bahan bakar, dan mengganti oli mesin.
            1. Membersihkan Saringan Udara : Saringan udara setiap 200 jam kerja harus dibersihkan untuk menjaga kualitas dari udara yang dihisap oleh piston agar tidak terjadi penyumbatan atau tercampur kotoran dalam proses pembakaran.
Langkah-langkah membersihkan saringan udara :
                        a. Alat :
                                    1. Tang
                                    2. Kompressor

                        b. Langkah Pengerjaan :
                                    1. Menyiapkan alat yang di perlukan terlebih dahulu
                                    2. Membuka nut pengunci saringan udara menggunakan tang
                                    3. Melepas saringan udara
                                    4. Membersihkan saringan udara menggunakan angin compressor
                                    5. Memasang kembali saringan udara setelah di bersihkan
                                    6. Memasang nut pengunci saringan udara

2. Mengganti Saringan Bahan Bakar : Saringan bahan bakar juga harus digasnti setiap 200 jam kerja agar kotoran yang ada didalam tangki bisa tersaring dengan baik sehingga tidak ada kotoran yang masuk pada Noozle yang dapat menyebabkan penyumbatan sehingga mesin menjadi susah hidup karena pengkabutan bahan bakar yang tidak sempurna. Adapun langkah – langkah pergantian saringan bahan bakar yaitu:
                        a. Alat :
                                    1. Kunci ring pas 13mm dan 22mm
                                    2. Slanger
                        b. Bahan :
                                    1. Saringan Bahan Bakar
                        c. Langkah Pengerjaan
                                    1. Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan
                                    2. Melepas baut salurtan pengembali bahan bakar dari noozle
                                    3. Melepaskan saringan bahan bakar dengan membuka baut pengunci
                                        terlebih dahulu menggunakan kunci ring pas 22mm
                                    4. Memasang saringan bahan bakar yang baru
                                    5. Membuang angina pada saluran bahan bakar dengan memutara
                                        Slanger pada mesin Dong Feng kemudian mengendurkan baut
                                        Pada selang masuk bahan bakar menuju noozle agar udara bisa
    Keluar kemudian kencangkan baut.

3. Pada Mesin Dong Feng S1115T/T pergantian oli mesin dilakukan secara berkala dimana setiap 250 jam kerja harus dilakukan pergantian oli mesin agar seluruh komponen yang bersinggungan pada mesin dong feng bisa dilumasi dengan baik sehingga mencegah terjadinya kerusakan atau breakdown. adapun langkah – langkah mengganti oli mesin yaitu:
a.    Alat :
1. Kunci ring pas 13 mm
2. Baskom
b.   Bahan :
1. Oli mesin SAE 40 4 liter
c.    Langkah pengerjaan :
1. Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan.
2. Melepas baut penguras oli mesin, kemudian oli mesin ditampung
    kedalam baskom.
3. Memasang kembali baut penguras.
4. Mengisi oli mesin yang baru.

5.         Troubleshooting

Tabel Troubleshooting
Masalah
Akibat
Perawatan
Perbaikan
Jarum Noozle aus/rusak
Mesin Susah atau tidak bisa hidup
-
Ganti Jarum Noozle
Noozle mengalami penyumbatan
Mesin susah atau tidak bisa hidup
Ganti saringan bahan bakar setiap 200 jam kerja
Bersihkan Noozle


Kamis, 16 November 2017

Tumblr Art Creepy

Source : Unknown

Metodologi Penelitian

Penelitian adalah suatu proses, yaitu suatu rangkaian langkah-langkah yang dilakukan secara terencana dan sistematis guna mendapatkan pemecahan masalah atau mendapatkan jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan tertentu. Langkah-langkah yang dilakukan itu harus serasi dan saling mendukung satu sama lain, agar penelitian yang dilakukan itu mempunyai bobot yang cukup memadai dan memberikan kesimpulan-kesimpulan yang tidak meragukan adapun langkah-langkah penelitian itu pada umumnya adalah sebagai berikut :
1.      Identifikasi
2.      Penelaahan kepustakaan
3.      Penyusunan hipotesis
4.      Identifikasi, klasifikasi dan pemberian definisi operasional variabel-variabel
5.      Pemilihan atau pengembangat alat pengambil data
6.      Penyusunan rancangan penelitian
7.      Penentuan sampel
8.      Pengumpulan data
9.      Pengolahan dan analisis data
10.  Interpretasi hasil analisis
11.  Penyusunan laporan



Tujuan penelitian adalah untuk menguji apakah kesimpulan teoretis yang berupa hipotesis, sesuai dengan keadaan di lapangan. Dalam hal ini kesesuaian antara data yang dikumpulkan (data empiris) dengan keadaan lapangan merupakan hal yang sangat penting, karena hal ini merupakan dasar validitas internal penelitian. Untuk menjamin validitas internal ini, maka kualitas instrument pengumpul data sangat menentukan, kualitas instrument pengumpul data ikut menentukan validitas internal penelitian. Langkah-langkah pengembangan instrument sebagai berikut :
1.      Pengembangan spesifikasi instrument
2.      Penulisan butir-butir pertanyaan atau pernyataan
3.      Telaah dan revisi butir-butir pertanyaan atau pernyataan
4.      Praktikan butir-butir pertanyaan atau pernyataan ke dalam instrument
5.      Uji coba instrument
6.      Analisis hasil uji coba
Untuk instrument atribut kognitif :
(a)  Analisis distribusi jawaban
(b)  Analisis taraf kesukaran
(c)  Analisis daya beda
Untuk instrument attribute non-kognitif :
(a)  Analisis distribusi jawaban
(b)  Analisis daya beda
7.      Penentuan perangkat akhir instrument
8.      Pengujian reliabilitas
9.      Pengujian validitas

Penelitian dapat digolongkan menjadi beberapa kategori berdasarkan sifat-sifat masalahnya, antara lain :
1.      Penelitian Historis
Tujuan : Untuk membuat rekronstruksi masa lampau secara sistematis dan objektif, dengan cara mengumpulkan, mengevaluasi, memverifikasi, serta mensistensiskan bukti-bukti untuk menegakkan fakta dan memperoleh kesimpulan yang kuat.
Ciri-ciri :
1.      Penelitian historis lebih bergantung kepada data yang diobservasi orang lain daripada yang diobservasi peneliti sendiri. Data yang baik akan dihasilkan oleh kerja yang cermat yang menganalisis keotentikan, ketepatan dan pentingnya sumber-sumbernya.
2.      Berlainan dengan anggapan popular, penelitian historis haruslah tertib-ketat, sistematis dan tuntas.
3.      Penelitian historis tergantung pada 2 macam data, yaitu data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari sumber primer, yaitu peneliti secara langsung melakukan observasi atau penyaksian kerjadian-kejadian yang dituliskan. Data sekunder diperoleh dari sumber sekunder, yaitu lebih telah lepas dari kejadian aslinya.
4.      Walaupun penelitian historis mirip dengan penelaahan kepustakaan yang mendahului lain-lain bentuk rancangan penelitian, namun cara pendekatan historis lebih tuntas, mencari informasi dari sumber yang lebih luas.

2.      Penelitian Pengembangan
Tujuan : Untuk menyelidiki pola dan perurutan pertumbuhan atau perubahan sebagai fungsi waktu.
Ciri-ciri :
1.      Penelitian pegembangan memusatkan perhatian pada studi mengenai variable-variabel dan perkembangannya selama beberapa bulan atau beberapa tahun.
2.      Masalah sampling dalam studi longitudinal adalah kompleks karena terbatasnya subjek yang dapat diikuti dalam waktu yang lama.
3.      Studi-studi cross-sectional biasanya meliputi subjek lebih banyak, tetapi mencandra factor-faktor pertumbuhan yang lebih sedikit daripada studi-studi longitudinal.
4.      Studi-studi kencenderungan mengandung kelemahan bahwa factor-faktor yang tak dapat diramalkan mungkin masuk dan memodifikasi atau membuat kecenderungan yang didasarkan masa lampau menjadi tidak sah.

3.      Penelitian kasus dan Penelitian Lapangan
Tujuan : Untuk mempelajari secara intensif tentang latar belakang keadaan sekarang dan interaksi lingkungan sesuatu unit social : individu, kelompok, lembaga dan masyarakat.
Ciri-ciri :
1.      Penelitian kasus adalah penelitian mendalam mengenai unit social tertentu yang hasilnya merupakan gambaran yang lengkap dan terorganisasi baik mengenai unit tersebut. Tergantung kepada tujuannya, ruang lingkup penelitian itu mungkin mencakup keseluruhan siklus kehidupan atau hanya segmen-segmen tertentu saja.
2.      Dibanding dengan studi survey yang cenderung untuk meneliti sejumlah kecil variable pada unit sampel yang besar, studi kasus cenderung untuk meneliti jumlah uni yang kecil tetapi mengenai variable-variabel dan kondisi-kondisi yang besar jumlahnya.
3.      Fokus penelitian hanya terbatas pada unit-unit yang sedikit jumlahnya dan terbatas sifat representatifnya sehingga studi demikian tidak memungkinkan generalisasi terhadap populasi.

Peranan statistika dalam penelitian salah satunya dalam penyusunan model teoritis. Dalam usaha memecahkan masalah penelitian, mula-mula orang belum mempunyai gambaran yang jelas dan detail mengenai keadaan sesungguhnya. Berdasarkan penelaahan kepustakaan, apa yang dimilikinya adalah gambaran garis besar, gambaran mengenai pokok-pokoknya saja yang merupakan abstraksi dari keadaan yang sesungguhnya. Model matematis ialah model yang biasa digunakan dalam penelitian yang menggunakan hokum-hukum matematika sebagai dasarnya. Model matematis memiliki beberapa kelebihan jika dibandingkan dengan model non-matematis, antara lain :
1.      Dengan model matematis orang dapat merumuskan masalah dengan lebih singkat dan padat sehingga struktur masalah menjadi lebih terungkapkan dan hubungan antara komponen-komponen lebih jelas.
2.      Dengan model matematis orang lebih mudah melakukan kuantifikasi.
3.      Dengan model matematis akan lebih menmudahkan penggunaan teknik analisis statistic dan penggunaan jasa computer.
4.      Dengan model matematis lebih mudah dapat dilihat apakah asumsi-asumsi yang mendasari berbagai komponen dalam penelitian itu terpenuhi atau tidak.

Selain itu, peranan statistika dapat digunakan dalam pengelohan data dan analisis data. Dengan menggunakan teknik-teknik penyajian data seperti yang dikembangkan dalam statistika, maka data itu akan mudah dimengerti secara sama oleh berbagai orang.
Statistika juga telah mengembangkan teknik-teknik penghitungan harga-harga tertentu, seperti misalnya ukuran-ukuran tendensi sentral, ukuran-ukuran penyebaran, ukuran-ukuran kekeliuran dan lain-lain yang diperlukan dalam penelitian ilmiah. Di dalam statistika telah dikembangkan juga berbagai metode untuk menguji hipotesis. Disinilah pernan terpenting statistika itu karena tujuan utama penelitian pada umumnya ialah menguji hipotesis. Penggunaan metode pengujian hipotesis yang tepat akan sangat meningkatkan kecermatan keputusan yang diambil sebagai kesimpulan penelitian.


Sumber :
Rochmawan, M. Laksono Tri, SE., MSi., Akt. Metodologi Penelitian. Modul Metodologi Penelitian
Dr. Suryabrata, Sumadi, B.A, M.A, Ed.S., Ph.D. 2011. Metodologi Penelitian. Edisi kedua. Jakarta : RajaGrafindo Persada